ASKEP UROLITIASIS


A. Latar Belakang
        Batu ginjal merupakan penyebab terbanyak kelainan saluran kemih. Di negara maju seperti AS, Eropa, Australia, batu saluran kemih banyak dijumpai di saluran kemih bagian atas, sedang di negara berkembang seperti India, Thailand dan Indonesia lebih banyak dijumpai batu kandung kemih. Di daerah Semarang, sejak tahun 1979 proporsi batu ginjal dijumpai relatif meningkat dibanding proporsi batu kandung kemih. Peningkatan kejadian batu pada saluran kemih bagian atas terjadi di abad ke-20, khususnya di daerah bersuhu tinggi dan dari negara yang sudah berkembang. Epidemiologi batu saluran kemih bagian atas di negara berkembang dijumpai ada hubungan yang erat dengan perkembangan ekonomi serta dengan peningkatan pengeluaran biaya untuk kebutuhan makanan perkapita.
         Di beberapa rumah sakit di Indonesia dilaporkan ada perubahan proporsi batu ginjal dibandingkan batu saluran kemih bagian bawah. Dari hasil analisis jenis batu ginjal di laboratorium patologi klinik Universitas Gadjah Mada sekitar tahun 1964 dan 1974 dijumpai kenaikan proporsi batu ginjal dibanding proporsi batu kandung kemih. Sekitar tahun 1964-1969 didapatkan proporsi batu ginjal sebesar 20% dan batu kandung kemih sebesar 80%, tetapi pada tahun 1970-1974 batu ginjal sebesar 70% (101/144 batu) dan batu kandung kemih 30% (43/144 batu).
Dari rumah sakit dr. Kariadi Semarang dilaporkan bahwa pada tahun 1979 dirawat 166 pasien batu saluran kemih atau 52/10.000 pasien rawat inap. Hampir keseluruhan pasien (99%) datang dengan problem medis. Batu ginjal dilaporkan sebesar 35%. Pada tahun 1983 di RS dr. Sardjito dilaporkan 64 pasien dirawat dengan batu saluran kemih, batu ginjal 75% dan batu kandung kemih 25%. Kejadian batu saluran kemih terdapat sebesar 57/10.000 pasien rawat inap. Pada tahun 1986 dilaporkan prevalensi batu saluran kemih sebesar 80/10.000 pasien rawat inap. Batu ginjal ditemukan 79 dari 89 pasien batu saluran kemih tersebut. Tampaknya proporsi batu ginjal relatif stabil.
Di rumah sakit Amerika Serikat, kejadian batu ginjal dilaporkan sekitar 7-10 pasien untuk setiap 1000 pasien RS dan insidensi dilaporkan 7-21 pasien untuk setiap 10.000 orang dalam setahun. Pengambilan batu tanpa operasi dengan litotripsi (ekstracorporeal shockwave lithotripsy) atau penghancuran batu dengan gelombang kejut, telah banyak dilakukan pada beberapa pusat litotripsi.

B. Tujuan
1. Untuk mengetahui konsep medis urolitiasis
2. Untuk mengetahui konsep keperawatan urolitiasis

LANJUT KE KONSEP MEDIS UROLITIASIS
thumbnail
Judul: ASKEP UROLITIASIS
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh

Artikel Terkait ASKEP SISTEM PERKEMIHAN :

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan berkomentar secara sopan mohon untuk tidak berkomentar spam terima kasih

 
Copyright © 2013. About - Sitemap - ContactUs - Privacy policy
Template Seo Elite oleh Bamz