BAB I
PENDAHULUAN
Herpes adalah salah satu penyakit menular seksual yang paling umum. Diperkirakan bahwa satu dari setiap lima remaja akan terinfeksi oleh penyakit ini. Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita lebih rentan untuk tertular infeksi ini daripada pria. Hal ini akan merusak penyakit alat kelamin atau anus baik laki-laki dan perempuan yang terinfeksi.
Herpes zoster (sering disebut sebagai "herpes zoster") dan hasilnya neuralgia postherpetic dari reaktivasi virus varicella-zoster yang diperoleh selama infeksi varicella primer, atau cacar air. Sedangkan varicella umumnya merupakan penyakit masa kanak-kanak, herpes zoster dan herpes neuralgia pasca-menjadi lebih umum dengan bertambahnya usia. Faktor-faktor yang menurunkan fungsi kekebalan tubuh, seperti infeksi human immunodeficiency virus, kemoterapi, kanker dan penggunaan kortikosteroid kronis, juga dapat meningkatkan risiko mengembangkan herpes zoster. Reaktivasi laten virus varicella-zoster dari akar dorsal ganglia bertanggung jawab atas ruam dermatomal klasik dan nyeri yang terjadi herpes zoster. Rasa sakit terbakar biasanya mendahului ruam oleh beberapa hari dan dapat bertahan selama beberapa bulan setelah ruam menyelesaikan.
Dengan neuralgia postherpetik, komplikasi herpes zoster, nyeri dapat bertahan dengan baik setelah resolusi ruam dan dapat sangat melemahkan. Herpes zoster biasanya diobati dengan oral asiklovir. Obat antivirus lainnya termasuk famciclovir dan valacyclovir. Obat-obat antivirus yang paling efektif bila dimulai dalam waktu 72 jam setelah timbulnya ruam. Penambahan kortikosteroid oral dapat memberikan manfaat sederhana dalam mengurangi rasa sakit herpes zoster dan timbulnya neuralgia postherpetic.
Keterlibatan okular pada herpes zoster dapat menyebabkan komplikasi yang jarang namun serius dan umumnya manfaat referral ke dokter mata. Pasien dengan postherpetic neuralgia mungkin memerlukan narkotika untuk mengontrol rasa sakit yang memadai. Antidepresan trisiklik atau antikonvulsan, sering diberikan dalam dosis rendah, dapat membantu untuk mengontrol nyeri neuropatik. Capsaicin, patch lidokain dan blok saraf juga dapat digunakan pada pasien tertentu.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari penyakit herpes Zooster?
2. Apa etiologi dari herpes Zooster ?
3. Apa patifisiologi dari herpes Zooster ?
4. Apakah tanda dan gejala dari penyakit herpes Zooster?
5. Bagaimana asuhan keperawatan pada penderita virus herpes Zooster ?
1.3 Tujuan Penulisan
Untuk menambah wawasan kita tentang bagaimana proses penyebaran virus, penyakit yang ditimbulkan, dan asuhan keperawatan pada penderita virus herpes Zooster.
1.4 Manfaat Penulisan
Untuk menambah pengetahuan tentang virus herpes Zooster dalam kehidupan sehari-hari.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 DEFINISIHerpes Zooster adalah penyakit yang disebabkan oleh virus varisela zooster yang menyerang orang dewasa dengan ciri khas berupa nyeri radikuler.(Pedoman Diagnosis Dan Terapi 1994).
Herpes zoster merupakan kelainan inflamatorik viral dimana virus penyebabnya menimbulkan erupsi vesicular yang terasa nyeri di sepanjang distribusi saraf sensorik dari satu atau lebih ganglion posterior, infeksi ini disebabkan oleh virus varisela yang dikenal dengan varisela zoster, virus ini merupakan anggota kelompok virus DNA. Virus cacar air dan herpes zoster tidak dapat dibedakan sehingga diberi nama virus varisela zoster.(Arif Muttaqin, 2011).
Herpes zoster adalah radang kulit akut dan setempat, terutama terjadi pada orang tua yang has ditandai dengan adanya nyeri, radikuler, unilateral, serta timbulnya lesi retikuler yang yang terbatas pada dermatom yang dipersayarati serabut saraf spinal maupun ganglion serabut saraf sensorik dari nervus kranialis. Infeksi ini merupakan reaktifitas virus varisela zoster dari infeksi dari endogen yang telah menetap dalam bentuk laten setelah infeksi primer olah virus.(Marwali Harahap, 2000)
2.2 ETIOLOGI
Herpes zoster disebabakan oleh infeksi virus varisela zoster (VVZ) dan tergolong virus berinti Dna. Virus ini berukuran 140-200 nm, yang termasuk subfamily alfa herpes viridea. Berdasarkan sifat biologisnya seperti siklus reflikasi, penjamu, sifat sitotoksik, dan sel tempat hidup laten di klasifikasikan dalam 3 subfamily yaitu alfa, beta, dan gamma. VVZ dalam subfamily alfa mempunyai sifat khas menyebabkan infeksi primer pada sel epitel yang menimbulkan lesi vaskuler. Selanjutnya setelah infeksi primer, infeksi oleh virus herpes alfa biasanya terdapat dalam bentuk menetap dalam bentuk laten di dalam neuron dari ganglion. Virus yang laten ini ada saatnya akan menimbulkan kekambuhan secara periodik. Secara in vitro virus herpes akan mempunyai jajaran penjamu yang relative luas dengan siklus pertumbuhan yang pendek, serta mempunyai enzim yang penting untuk replikasi meliputi virus spesifik DNA polymerase dan virus deoxypiridine spesifik kinase yang disintesis didalam sel yang terinfeksi.(Arif Muttaqin, 2000)
2.3 PATOFISIOLOGI
Virus masuk kedalam tubuh melalui mukosa fraktus respiratorius bagian atas atau orofaring, kemudin mengalami multiplikasi awal setempat; dan virus menyebar ke pembuluh darah dan saluran limfe (viremia primer). Kemudian virus akan dimtikan sel-sel system retikulo endothelia. Disini terjadi reflikasi virus lebih banyak lagi (pada periode inkubasi). Pada masa ini, infeksi dihambat oleh imunitas non spesifik. Pada kebanyakan individu reflikasi virus lebih menonjol atau lebih dominn dibndingkan dengan imunitas tubuhnya, sehingga dalam waktu 2 minggu setelah infeksi terjadi viremia yang lebih hebat (Viremia Sekunder). Hal ini menyebabkan panas adan malaise, serta virus menyebar ke seluruh tubuh lewat aliran darah terutama ke kulit dan membrane mukosa. (Prof,Dr. Marwali Harahap, 2000).
2.4 GEJALA KLINIS
1. stadium prodromal
Mendadak suhu badan naik sampai 40 derajat, nyeri kepala, nyeri tulang, dan sendi, gelisah, lemas, dan muntah-muntah. Stadium ini berlangsung selama 2-3 hari.
2. Stadium erupsi/makulo-papular
Suhu tubuh kembali normal,tetapi timbul macula-makula eritematosa yang dengan cepat (dalam 24 jam saja) akan berubah menjadi papula-papula, terutama pada muka dan ekstermitas (termasuk telpak tangan dan telapak kaki). Selama stadium ini tidak tumnuh lesi baru, sehingga gambaran ruam kulit yang ditemuakan adanya monomorf.
3. Stadium vesikulo-pustulosa/supurasi
Dalam waktu 5-10 hari timbul vesikula-vesikula yang cepat berubah menjadi pustule. Pada saat ini suhu tubuh akan meningkat lagi (berlangsung 4-5 hari), karena ada proses degenarasi. Lesi-lesi akan mengalami umbilikasi.
4. Stadium resolusi
Berlangsung dalam 2 minggu, stadium ini dapat di bagi lagi menjadi
1) Stadium krustasi.
Suhu tubuh mulai menurun. Pustule mongering mongering menjadi krusta, keadaan ini berlngsung selama 1 minggu.
2) Stadium Dekrustasi
Krusta-krusta mengelupas meninggalkan bekas sebagai sikatriks atrofi (bopeng, burik), kadang-akaang ada rasa gatal.Stadium ini masih menular.
3) Stadium rekonvalesensi
Lesi-lesi menyembuh semua krusta rontok. Suhu tubuh kemblali normal, penderita benar-benar sembuh dan tidak menularkan penyakit lagi.
2.5 KLASIFIKASI
Herpes zoster dapat dibedakan menjadi :
1. Herpes zoster generalisata
Adalah herpes yang unilateral dan segmental ditambah dengan penyebaran secara generalisata berupa vesikel soliter dan terdapat umbilikasi.
2. Herpes zoster oftalmikus
Adalah herpes zoster yang didalamnya terjadi infeksi cabang pertama nervus trigeminus yang menimbulkan kelainan pada mata serta cabang ke 2 dan ke 3 yang menyebabkan kelainan kulit pada daerah persyarafan.
Berdasarkan perbedaan imunologi dan klinis, virus herpes simpleks dapat dibedakan menjadi dua tipe yaitu :
1. Virus herpes simpleks tipe 1
Menyebabkan infeksi herpes non genital, biasanya pada daerah mulut, meskipun kadang-kadang dapat menyerang daerah genital. Infeksi virus ini biasanya terjadi saat anak-anak dan sebagian besar seropositif telah didapat pada waktu umur 7 tahun.
2. Virus herpes simpleks tipe 2
Hampir secara eksklusif hanya ditemukan pada traktus genitalis dan sebagian besar ditularkan lewat kontak seksual.
Secara periodik, virus ini akan kembali aktif dan mulai berkembangbiak, seringkali menyebabkan erupsi kulit berupa lepuhan pada lokasi yang sama dengan infeksi sebelumnya. Virus juga bisa ditemukan di dalam kulit tanpa menyebabkan lepuhan yang nyata, dalam keadaan ini virus merupakan sumber infeksi bagi orang lain.
2.6 KOMPLIKASI
Nyeri post herpetik adalah nyeri yang timbul setelah gejala-gejala herpes zoster mulai membaik. Nyeri tersebut dapat merupakan komplikasi yang paling umum terjadi di masyarakat. Neuralgia paost herpetika (NPH) adalah komplikasi yang serius dari Herpes Zoster, nyeri dirasakan di tempat penyembuhan ruam Herpes Zoster, terjadi 9 % hingga 15 % pasien herpes zoster yang tidak diobati, dengan risiko yang lebih tinggi pada usia tua. Data seluruh dunia menunjukkan di antara pasien herpes zoster yang berumur di atas 60 tahun, 6% masih merasakan nyeri saat 1 bulan sejak terkena herpes zoster dan 1% masih merasakan nyeri 3 bulan sesudahnya. Herpes zoster sendiri merupakan suatu reaktivasi virus varicella (cacar air) yang berdiam di dalam jaringan saraf. Gangguan sensorik berupa hiperestesia, hiperalgesia dan alodinia ikut memperberat penderitaan yang dialami. NPH ditandai dengan gangguan fungsi saraf yang menyerang saraf nosiseptif (penghantar rangsang nyeri) dan sensorik. Terbentuknya persambungan sel-sel saraf yang abnormal dan ketidakseimbangan pengaturan otomatis pada sistem penghambatan serta perangsangan saraf juga ditemukan dan berperan terhadap timbulnya nyeri pada kasus ini.
Tidak semua kasus herpes zoster diikuti dengan NPH. Kasus ini lebih sering ditemukan pada lansia, serangan herpes zoster di wajah bagian atas dan lengan, nyeri hebat pada saat serangan herpes zoster, dan ruam kulit yang sangat banyak pada saat serangan herpes zoster. Pasien yang sudah pernah menderita herpes zoster sebelumnya, dan nyeri dirasakan di tempat yang tadinya terdapat ruam kulit. Nyeri demikian dapat dikategorikan sebagai NPH jika masih dirasakan sampai lebih dari 3 bulan sejak hilangnya ruam kulit. Sifat nyeri umumnya terasa seperti ditusuk-tusuk dan dapat dicetuskan oleh sentuhan ringan (yang dalam keadaan normal tidak menimbulkan nyeri). Sejauh ini tidak ada pemeriksaan laboratorium yang dibutuhkan untuk mendiagnosis NPH.
Selain itu komplikasi-komplikasi lain yang dapat terjadi di beberapa bagian tubuh lainnya, diantaranya :
1. Pada mata
Diawali dengan mata merah meradang, air mata banyak keluar, penglihatan rangkap, nyeri bola mata, sebagian penglihatan kabur sampai hilang. Komplikasi herpes zoster ke mata bisa menyebabkan macam macam kerusakan dan kemungkinan bisa sampai buta. Biasanya setelah herpes ini sembuh bisa menyisakan cacat pada kornea, atau tekanan bola mata berubah meninggi (glaucoma).
2. Pada telinga
Bisa menimbulkan rasa nyeri pada telinga, kualitas pendengaran menjadi menurun, baik itu bersifat sementara ataupun juga permanen serta bisa menyebabkan wajah menjadi lumpuh sebelah.
3. Pada otak
Komplikasi herpes ke saraf otak bisa menyisakan rasa nyeri kepala yang hebat sampai berbulan - bulan lamanya.
2.7 PENATALAKSANAAN
1. Penderita harus dikarantinakan. Istirahat total atau tirah baring di beri diit bergizi.
2. Obat spesifik tidak ada, hanya diberikan terapi sistomatik: analgetik (Metamfiron 4x1 tab perhari) atau antipiretika
3. Bila ada rasa gatal antihistamin CTM 3X1 tab perhari
4. Bila ada infeksi sekunder antibiotic Eritromisin 4x250-500 mg perhari dan Natrium Dikloksasilina 3x125-250 mg perhari.
5. Terapi local bedak dan salep antibiotik.
6. Dijaga kemungkinan infeksi nosokomial. Perhatikan keadaan cairan tubuh dan elektrolit
7. Pemberian isoprinosin, asiclovir (dengan dosis 5x800 , dan interferon dapat dipertimbangkan.
8. Dapat diberikan vitamin B1, B6, B12.
2.8 PENCEGAHAN
Membuat kekebalan aktif dengan melakukan vaksinasi dengan vaksin variola. Dilakukan pencacaran pada lengan atas atau paha . Adapun reaksi vaksinasi:
1. Primary reaction.Timbul pada anak-anak tau bayi atau orang yang pertama kali mendapatkan vaksinasi. Pada tempat vaksinasi akan terjadi gambaran-gambaran sbb:
Hari pertama: makula, Hari ketiga: vesikula, hari ke 5-6: pustula, hari ke 7-9: krustula. Vaksinasi yang berhasil akan dapat melindungi orang selama 3-7 tahun
2. Accelerated reaction, Hendaknya orang yang sering kontak dengan penderita divaksinasi setiap tahun
Kontra indikasi Vaksinasi:
1. Penurunan daya tahan tubuh, misalnya penderita yang sedang dapat terapi kortikestoroid
2. Defisiensi imunologi
3. Dermatitis atopic
4. Otitis media
2.9 PEMERIKSAAN PENUNJANG
Secara laboratorik, pemeriksaan sediaan apus Tzanck membantu menegakkan diagnosis engan menetuka sel datia berinti banyak, emikian pula pemeriksaan cairan vesikula atau material biopsy dengan mikroskop electron,serta tes serologik

Judul: ASUHAN KEPERAWATAN HERPES ZOSTER
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh 22.07.00
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh 22.07.00

There are some natural remedies that can be used in the prevention and eliminate diabetes totally. However, the single most important aspect of a diabetes control plan is adopting a wholesome life style Inner Peace, Nutritious and Healthy Diet, and Regular Physical Exercise. A state of inner peace and self-contentment is essential to enjoying a good physical health and over all well-being. The inner peace and self contentment is a just a state of mind.People with diabetes diseases often use complementary and alternative medicine. I diagnosed diabetes in 2000. Was at work feeling unusually tired and sleepy. I borrowed a glucometer from a co-worker and tested at 760. Went immediately to my doctor and he gave me prescibtion like: Insulin ,Sulfonylureas,Thiazolidinediones but Icould not get the cure rather to reduce the pain abd brink back the pain again. i found a woman testimony name Comfort online how Dr Akhigbe cure her HIV and I aslo contacted the doctor and after I took his medication as instructed, I am now completely free from diabtes by doctor Akhigbe herbal medicine.So diabetes patients reading this testimony to contact his email drrealakhigbe@gmail.com or his Number +2348142454860 He also use his herbal herbs to diseases like:SPIDER BITE, SCHIZOPHRENIA, LUPUS,EXTERNAL INFECTION, COMMON COLD, JOINT PAIN, EPILEPSY,STROKE,TUBERCULOSIS ,STOMACH DISEASE. ECZEMA, PROGERIA, EATING DISORDER, LOWER RESPIRATORY INFECTION, DIABETICS,HERPES,HIV/AIDS, ;ALS, CANCER , MENINGITIS,HEPATITIS A AND B,ASTHMA, HEART DISEASE, CHRONIC DISEASE. NAUSEA VOMITING OR DIARRHEA,KIDNEY DISEASE.Dr Akhigbe is a good man and he heal any body that come to him. here is email drrealakhigbe@gmail.com and his Number +2348142454860.
BalasHapus